Tuesday, April 6, 2021

Cara Memilih Lensa Sigma Sesuai Kebutuhan Fotografi


Lensa memegang peranan yang sangat penting dalam menghasilkan foto yang Anda idamkan. Gambar bokeh dengan detail yang memesona bisa dihasilkan dengan sempurna oleh lensa yang tepat. Sayangnya, lensa produksi perusahaan kamera seperti Nikon dan Canon berharga cukup mahal. Hal itu membuat banyak orang kesulitan untuk mendapatkan lensa yang diimpikan.

Nah, kali ini kami ingin merekomendasikan lensa Sigma. Sebuah produsen third party lenses atau lensa pihak ketiga yang performanya tidak kalah dengan lensa lainnya. Selain itu, kami juga akan menjelaskan cara memilih lensa Sigma sesuai kebutuhan fotografi Anda. Selamat membaca!

Perusahaan seperti apakah Sigma itu?

Sigma adalah perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang pembuatan lensa dan kamera. Sigma berkomitmen menjaga kualitas “Made in Japan” pada setiap produk yang mereka produksi. Mulai dari cetakan hingga finishing, semua dioperasikan di pabrik Aizu. Hingga saat ini, Sigma menjadi salah satu perusahaan yang masih mempertahankan “Made in Japan” untuk semua bagian dari produknya.

Sejak awal kemunculannya, Sigma memiliki komitmen untuk menghasilkan produk berbeda dari produk lain yang serupa. Bahkan, kamera pertama yang dilengkapi dengan sensor gambar langsung Foveon X3 diluncurkan oleh Sigma pada tahun 2002. Lensa model langka seperti 50-100mm F1.8 atau zoom 10-35mm F1.8 juga bisa Anda temukan pada produsen ini.

Cara memilih lensa Sigma

Sigma memproduksi lensa untuk kamera full frame dan kamera dengan sensor APS-C. Nama produk lensa untuk kamera full frame biasanya ditandai dengan kode ‘DG’, sementara lensa untuk sensor APS-C bertanda ‘DC’. Lensa untuk kamera full frame dapat digunakan pada bodi kamera APS-C. Namun, jika Anda memakai lensa APS-C pada bodi kamera full frame, sudut layarnya akan menjadi hitam. Nah, mari simak lebih jauh agar tidak salah memilih!

Pilih berdasarkan tiga tipe konsep penggunaan

Sigma mengembangkan dan menjual setiap lensa dengan membaginya menjadi tiga tipe konsep, yakni contemporary, art, dan sport. Ketiganya memiliki spesialisasi bidang sesuai namanya masing-masing. Dengan memakai lensa sesuai konsep yang diinginkan, tentu Anda akan mendapatkan hasil lebih optimal. Jadi, mari mengenal masing-masing konsep tersebut secara singkat!

Contemporary, seimbang antara kinerja dan portabilitas

Jika dijelaskan dengan satu kata, contemporary adalah tipe lensa yang seimbang. Lensa ini menggabungkan antara kinerja dan portabilitas. Anda akan mendapatkan lensa yang ringkas dan mudah dioperasikan tanpa kehilangan kinerja di dalamnya. Anda yang masih pemula atau sudah profesional dapat menggunakan lensa konsep ini. Terlebih lagi, banyak lensa tipe ini yang harganya cenderung lebih murah dibanding kedua tipe lensa lainnya.

Art, kinerja optik canggih untuk memaksimalkan kualitas foto

Lensa dengan konsep art ini menekankan pada kinerja optik yang canggih. Hal itu untuk memaksimalkan kualitas foto seperti daya resolusi dan ekspresi. Perlu diperhatikan bahwa lensa ini kebanyakan berukuran besar dan berat misalnya lensa berdiameter besar dan lensa zoom berperforma tinggi. Hal itu mungkin akan menyulitkan untuk Anda yang belum terbiasa menggunakannya.

Namun, jika Anda ingin menangkap subjek atau mengambil gambar dengan kualitas tinggi, Anda dapat memilih lensa ini. Pengguna lensa jenis art ini kebanyakan adalah fotografer profesional dan non-profesional yang sudah terbiasa menggunakan lensa.

Sport, optimalkan kemampuan lensa menangkap benda bergerak

Dari ketiga konsep lensa Sigma, sport paling sedikit jumlah produknya dan kebanyakan merupakan lensa tele. Sesuai namanya, lensa ini dirancang untuk mengoptimalkan sport photography terutama untuk menangkap benda bergerak. Lensa ini memang cukup andal saat digunakan untuk mengambil gambar yang membutuhkan autofokus atau fokus yang cepat. Jenis lensa ini sangat cocok untuk Anda yang sering memotret tema sport photography, bird photography, dan railway photography.

Pilih lensa yang memungkinkan penggantian mount

Sigma memiliki layanan penggantian mount. Biasanya lensa dari merek yang sama dengan bodi kamera hanya dapat digunakan untuk kamera merek itu saja. Jadi, jika Anda ingin mengganti kamera ke merek lain, Anda tidak akan dapat menggunakannya. Sigma melihat peluang ini dan memulai layanan penggantian mount dengan konsep bahwa lensa adalah sebuah aset. Jadi, seharusnya lensa dapat digunakan dalam jangka waktu lama meski Anda memiliki kamera baru sekalipun.

Sayangnya, tidak semua lensa Sigma kompatibel dengan layanan penggantian mount. Kami merekomendasikan Anda membeli lensa yang kompatibel jika ada kemungkinan untuk mengganti kamera dengan merek lain di masa depan. Namun, jika Anda tidak akan berganti merek, tidak ada masalah jika membeli lensa yang non-kompatibel dengan merek kamera lain.

Nah, ternyata menarik juga menyimak cara memilih lensa Sigma sesuai kebutuhan fotografi Anda? Bagaimana? Anda tertarik untuk memiliki salah satunya atau memiliki jenis lain? Kalau iya, buka saja Blibli.com. Di sini Anda bisa menemukan beragam kamera dari banyak merek dengan penawaran harga yang terbaik.