Friday, February 12, 2021

Kiat Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi


Kalau ada satu hal yang kita sadari bersama sejak pandemi COVID-19, barangkali jawabannya adalah hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Ya, siapa yang menyangka bahwa di tahun 2020 kehidupan kita berubah drastis seperti sekarang? Meski sudah punya asuransi Allianz syariah yang akan lindungi diri dari risiko di kemudian hari, perubahan masif ini tetap buat sejumlah orang kewalahan, khawatir, bingung, stres, ataupun cemas. Untuk itu, kiat menjaga kesehatan mental di masa pandemi berikut menjadi penting diketahui banyak orang.

1. Jaga jarak fisik, bukan sosial. 

Di awal masa pandemi, kita semua diminta untuk jaga jarak sosial atau social distancing untuk mengurangi penularan virus ini. Namun, aturan ini diubah seiring dengan kian tinggi dan meluasnya area paparan virus. WHO dan lembaga kesehatan lain kemudian meminta siapa pun untuk menjaga jarak fisik dari orang lain, bukannya jaga jarak sosial. Pasalnya, di masa seperti ini, terhubung secara sosial dengan rekan atau kerabat kamu penting untuk kesehatan mental kamu. Pereratlah komunikasi dengan orang-orang terdekatmu agar masa-masa berat ini terasa lebih ringan.

2. Cari informasi dari sumber yang kredibel. 

Persebaran berita terbaru di media sosial sangatlah cepat. Akan tetapi, kamu harus kritis dan cerdas ketika mencerna berita-berita tersebut. Sebab, tak jarang kabar terbaru yang beredar di media sosial justru tidak valid atau hoax. Untuk itu, carilah informasi dari sumber-sumber yang tepercaya saja agar hari-harimu tidak penuh dengan berita tak benar. Menurut laman The Family Centre, tahu fakta yang benar soal COVID-19 serta tahu apa yang bisa kamu lakukan untuk tetap aman dan sehat dapat mengurangi kecemasan dalam dirimu.

3. Jaga kesehatan fisik. 

Kamu mungkin kurang suka berolahraga. Akan tetapi, situasi tak menentu seperti ini harus dilewati dengan raga dan jiwa yang sehat. Oleh sebab itu, cobalah—dan biasakanlah—untuk berolahraga secara rutin. Kamu tak perlu berolahraga yang berat-berat seperti angkat beban atau gerak tubuh lain seperti di gym. Namun, cukup jogging atau jalan-jalan selama 10-30 menit di sekitaran rumah. Aktivitas fisik seperti ini bisa meningkatkan mood serta kesehatan kamu, juga mengurangi stres dan kecemasan.

4. Konsumsi makanan dan minuman yang sehat. 

Barangkali kamu tak lagi asing dengan pesan satu ini. Ya, salah satu cara menangkal paparana virus adalah punya tubuh yang sehat. Untuk itu, sepatutnya kamu membiasakan diri untuk makan dan minum yang sehat-sehat saja. Kamu bisa perbanyak asupan sayur, buah, serta lauk kaya nutrisi seperti protein, dan air mineral. Selain itu, kurangi juga minum minuman bersoda, kopi, dan alkohol.

5. Tidur yang cukup. 

Tidur yang cukup sudah terbukti dapat meningkatkan mood dan kesehatan kita. Maka dari itu, cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari. Dengan membuat siklus tidur yang serupa ini, kamu bisa memiliki kesehatan mental yang lebih stabil. Tips tidur lebih cepat: matikan ponsel atau televisi sebelum bersiap tidur.

Demikianlah ulasan tentang kiat-kita menjaga kesehatan mental di masa pandemi. Walau informasi di atas cukup bermanfaat buat kamu, jangan halangi diri untuk menghubungi dokter atau pihak profesional jika kamu merasa kesulitan, ya. Semoga kita semua sehat selalu!

Tuesday, February 2, 2021

Tertarik Investasi Reksadana? Kenali Pengertian Reksadana dan Jenis-Jenisnya Yuk!


Reksadana seringkali menjadi istilah yang sering disebut ketika Anda membicarakan mengenai investasi. Namun apa itu reksadana dan seperti apa penjelasannya?. Reksadana merupakan salah satu jenis investasi yang bisa menjadi alternatif pilihan terutama bagi para pemodal kecil atau bagi Anda yang tidak memiliki waktu dan belum begitu mendalami atau ahli dalam bidang investasi. Reksadana juga menjadi pilihan investasi banyak orang saat ini. 

Pada intinya, reksadana merupakan sarana untuk menghimpun modal dari para masyarakat umum yang ingin melakukan investasi namun belum memiliki pengetahuan atau waktu yang cukup untuk kegiatan investasi. Dana yang terhimpun ini selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi untuk portofolio efek. 

Maka, reksadana dapat diartikan sebagai dana bersama para pemodal yang dipercayakan pada manajer investasi untuk mengelola kumpulan dana tersebut. Ini membuat Anda sebagai investor tidak akan direpotkan untuk memantau kinerja investasi, karena investasi yang Anda tanam sudah dikelola oleh manajer investasi yang merupakan seorang profesional dan paham untuk memilih saham-saham mana yang memiliki prospek bagus untuk dikoleksi. 

Selain itu, investasi dalam bentuk reksadana juga bisa Anda mulai dengan modal kecil, bahkan ada yang mulai dari ratusan ribu rupiah. Resiko dari investasi reksadana ini juga dapat diminimalisir oleh manajer investasi sehingga investasi ini dapat dibilang memiliki resiko minim. Ini membuat reksadana menjadi investasi yang cocok bagi para pemula di bidang investasi.  

Jenis-Jenis Reksadana

Untuk lebih memahami apa itu reksadana dan seperti apa bentuknya, berikut beberapa jenis reksadana yang bisa Anda pilih sebagai investasi. 

1. Reksadana pasar uang

Jenis reksadana pasar uang merupakan reksadana dimana Anda akan berinvestasi terhadap instrumen-instrumen investasi di pasar uang. Masa jatuh tempo reksadana jenis ini yaitu kurang dari satu tahun. 

Bentuk instrumen investasi reksadana pasar uang bisa bermacam-macam, misalnya deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia, atau surat berharga pasar uang. Reksadana jenis ini merupakan jenis investasi dengan resiko yang paling rendah dimana tujuan investasinya adalah untuk menjaga likuiditas serta pemeliharaan modal. 

2. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan efek utang atau obligasi. Besaran aktiva dalam investasi ini adalah minimal delapan puluh persen. Jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang, reksadana jenis ini memiliki resiko lebih besar dimana tujuan investasinya adalah untuk memberikan kestabilan tingkat pengembalian. 

3. Reksadana campuran

Jenis reksadana campuran merupakan reksadana yang mengalokasikan dana investasi dari para pemilik modal untuk berbagai portofolio yang bervariasi. Instrumen investasi pada reksadana jenis ini bisa berupa saham yang juga dikombinasikan dengan obligasi. 

Tujuan dari investasi reksadana campuran adalah untuk pertumbuhan harga serta pendapatan. Resiko serta tingkat pengembalian reksadana jenis ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana jenis pendapatan tetap. 

4. Reksadana saham

Jenis reksadana ini menanamkan investasi dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas dengan nilai investasi minimal delapan puluh persen dari aktiva. Reksadana jenis ini merupakan reksadana yang memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan reksadana jenis lain, namun juga memiliki tingkat pengembalian yang cukup tinggi dibanding yang lain dengan tujuan investasi jangka panjang dalam hal pertumbuhan harga saham. 

Itulah sedikit pengertian tentang apa itu reksadana beserta jenis-jenis reksadana dan resiko setiap jenis reksadana. Melalui reksadana, para investor pemula dan para investor pemodal kecil bisa ikut merasakan keuntungan dari melakukan investasi di pasar modal. 

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.