Monday, December 21, 2020

Berbagai Macam Jenis Kelompok Investor Berdasarkan Kepribadiannya


Ada berbagai jenis instrumen investasi yang bisa dipilih untuk mendatangkan keuntungan. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. Berdasarkan prinsip investasi, tingkat risiko berbanding lurus dengan potensi return yang diharapkan. High risk, high return, yang berarti jika risiko yang ditanggung semakin tinggi, keuntungan yang diharapkan pun semakin besar.

Tidak sedikit investor pemula yang bingung menentukan instrumen investasi yang sesuai dengannya. Sebenarnya, keputusan itu dapat dipertimbangkan dari cara menyikapi perbedaan tingkat risiko investasi yang akan ditanggung. Nah, investor dapat dibagi dalam 3 kelompok berdasarkan kepribadiannya sebagai berikut:

● Tipe Konservatif

Seseorang yang cenderung menghindari risiko dapat dimasukkan dalam kelompok investor konservatif. Ciri investor tipe ini adalah lebih senang bermain di wilayah aman dengan memilih instrumen investasi yang berisiko rendah. Investor konservatif takut apabila modal awal atau pokok investasinya berkurang. 

Di sisi lain, investor tidak masalah jika mendapatkan imbal hasil yang tidak terlalu besar, asalkan bergerak stabil. Karena itu, demi memaksimalkan hasil, pada umumnya investor melakukan investasi dalam jangka panjang. 

Lalu, apa saja instrumen investasi yang cocok untuk investor dengan kepribadian seperti ini? Ada beberapa pilihan, diantaranya tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. Ketiganya memiliki risiko investasi yang cenderung rendah dibandingkan berbagai jenis investasi lain.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba alternatif investasi lain seperti reksadana pendapatan tetap dan obligasi pemerintah. Menariknya, meskipun kedua instrumen investasi ini memiliki risiko yang relatif rendah, imbal hasilnya lebih tinggi. 

● Tipe Moderat

Kelompok kedua adalah investor yang siap menerima fluktuasi jangka pendek serta berharap mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat inflasi atau deposito. Jenis investor ini dimasukkan dalam kelompok investor tipe moderat. 

Investor biasanya sudah paham bahwa investasi reksadana bersifat fluktuatif alias dapat bergerak naik atau turun. Uniknya, mereka tetap tidak ingin kehilangan uang saat berinvestasi.

Jika kamu merasa memiliki sikap yang sama dengan ciri investor moderat tersebut, jenis instrumen investasi yang cocok adalah reksadana campuran. Jenis instrumen investasi reksadana ini memiliki risiko yang rendah dibandingkan reksadana saham. Meskipun demikian, potensi keuntungannya tidak kalah dengan reksadana jenis lain.

● Tipe Agresif

Apakah kamu siap untuk kaya atau miskin karena berinvestasi? Investor yang memiliki prinsip seperti ini adalah risk taker dan termasuk dalam kelompok agresif. Pada umumnya, investor agresif siap kehilangan sebagian atau seluruh dana investasinya asalkan memiliki kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil lebih besar.

Investor agresif sebenarnya bebas menentukan instrumen investasi yang akan dipilih, baik reksadana saham, trading saham, forex, atau komoditas. Meskipun demikian, kamu perlu bijak menentukan platform tepercaya sebagai mitra saat berinvestasi. 

Mengenal Kepribadian Diri

Berdasarkan penjelasan tersebut, kunci utama untuk mendapatkan keuntungan optimal dari investasi adalah mengenal kepribadian diri sendiri. Pahami karakter dan sikap diri ketika menghadapi suatu keputusan yang diiringi risiko yang tinggi. Sadari juga tujuan diri sendiri saat berinvestasi, apakah ingin mendapatkan keuntungan banyak atau sedikit asal stabil.

Hal lain yang tidak dapat dipisahkan dari risiko dan imbal hasil investasi adalah jangka waktu investasi. Kamu bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu pendek apabila siap untuk bersikap agresif. Meskipun pilihan investasi tampak menakutkan karena risiko yang menyertainya, jangan lupa bahwa potensinya juga sangat menggiurkan.

Untuk mengenal diri sendiri, berkacalah dari pengalaman yang pernah didapatkan. Beberapa pilihan dalam kehidupan juga kerap menawarkan potensi keuntungan besar dengan risiko tinggi. Bagi yang siap menangkap kesempatan tersebut, kamu termasuk dalam kelompok agresif. Jika cenderung ingin lebih aman, pilih instrumen investasi bagi tipe konservatif.

Jadi, kepribadian investor ternyata dapat membantu menentukan instrumen investasi yang akan dipilih. Semakin baik mengenal diri sendiri, keputusan yang diambl pun akan semakin tepat. Nah, tunggu apa lagi, yuk mulai berinvestasi dari sekarang! 

Mendanai UKM Indonesia dan Dapatkan Juga Bunga Hingga 21% per Tahun!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Dengan bunga hingga 21% per tahun, kamu dapat mulai mengembangkan dana di platform P2P Lending Akseleran hanya dengan dari Rp100 ribu saja.


Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

Bagaimana Cara Pemberian Vaksin Hepatitis A ?


Apa itu vaksin hepatitis A?

Vaksin hepatitis A adalah jenis vaksin yang berfungsi mencegah infeksi virus hepatitis A. Virus ini dapat menyebabkan peradangan pada organ hati yang dikenal dengan nama hepatitis A.

Tingkat keparahan hepatitis A bervariasi. Mulai dari ringan dan tanpa gejala hingga menyebabkan gagal ginjal serta kematian.

Virus hepatitis A dapat menyebar apabila seseorang memakan sesuatu yang telah terkontaminasi oleh virus ini. Misalnya, dari kotoran orang yang telah terinfeksi hepatitis A. Hal ini biasanya terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan baik.

Vaksin hepatitis A berisi virus hepatitis A yang sudah mati (inaktif). Saat vaksin disuntikkan ke dalam pembuluh darah, tubuh akan menghasilkan antibodi terhadap virus tersebut.

Antibodi merupakan protein yang dapat menyerang dan membunuh virus, sehingga penyakit hepatitis A dapat dicegah.

Kenapa vaksin hepatitis A diperlukan?

Vaksin hepatitis A diperlukan untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala-gejala berikut:

  • Demam, rasa lelah, nafsu makan berkurang, mual, muntah, dan/atau nyeri sendi
  • Nyeri perut hebat dan diare
  • Kulit dan bagian putih mata yang menguning (jaundice), urin berwarna lebih gelap, atau feses berwarna abu-abu

Pada beberapa pasien, hepatitis A tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, pasien tetap dapat menularkannya pada orang lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, vaksin hepatitis A dapat membantu Anda dalam mencegah penularan virus hepatitis A pada komunitas.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis A?

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) merekomendasikan pemberian vaksin hepatitis A setelah anak berusia dua tahun. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk pasien dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi virus hepatitis A. Beritku contohnya:

  • Sedang mendapat pengobatan bagi kelainan perdarahan, seperti hemofilia
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Berjenis kelamin pria dan berhubungan intim dengan sesama jenis
  • Memiliki profesi yang mengharuskan kontak dengan binatang yang terinfeksi hepatitis A
  • Memiliki penyakit hati kronis, seperti hepatitis B atau hepatitis C

Seberapa sering Anda harus menjalani vaksin hepatitis A?

Frekuensi pemberian vaksin hepatitis A tergantung pada usia seseorang ketika menerimanya. Berikut penjelasannya:

  • Pada anak-anak

Pada anak, vaksin hepatitis A diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dilakukan setelah anak berusia dua tahun. Sementara dosis kedua diulang setelah 6-18 bulan berikutnya. Dosis kedua dapat diberikan sejak anak berusia 2-4 tahun.

  • Pada orang dewasa

Pada orang dewasa, vaksin juga diberikan dalam dua dosis dengan jarak 6-18 bulan di antara pemberian vaksin hepatitis A.

Siapa yang tidak boleh menjalani pemberian vaksin hepatitis A?

Anda disarankan untuk tidak melakukan vaksin hepatitis A apabila:

  • Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin hepatitis A
  • Sedang dalam kondisi kurang sehat.

Apa saja persiapan untuk menjalani vaksin hepatitis A?

Secara umum, tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani vaksin hepatitis A. Apabila Anda tidak memiliki kondisi-kondisi di atas, Anda bisa melakukan imunisasi ini.

Bagaimana prosedur pemberian vaksin hepatitis A dilakukan?

Vaksin hepatitis A diberikan melalui suntikan pada lengan atas. Satu dosis berisi 0,5 ml vaksin untuk anak-anak atau 1 ml vaksin untuk orang dewasa. Vaksin ini akan disuntikkan secara intramuskular, yakni tegak lurus pada kulit.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin hepatitis A?

Tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan setelah pemberian vaksin hepatitis A. Umumnya, pasien bisa kembali berakitvitas seperti biasa sesudahnya.

Apa saja risiko pemberian vaksin hepatitis A?

Efek samping yang dapat timbul setelah pemberian vaksin tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek samping tersebut bisa meliputi:

  • Nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Rasa lelah

Sementara efek samping yang serius sangatlah jarang terjadi.

Enaknya menggunakan aplikasi SehatQ ialah bisa mendapat promo untuk medical check up dan perawatan. Promo kesehatan yang ditawarkan biasanya mengikuti hari-hari nasional tertentu atau tergantung dengan klinik atau rumah sakit. Perawatan yang dapat Anda lakukan mulai dari perawatan kecantikan, perawatan gigi, medical check up pribadi, dan lain sebagainya. Sebaiknya Anda manfaatkan kesempatan ini untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap seimbang.

Demikianlah kemudahan yang akan Anda dapatkan ketika menggunakan aplikasi SehatQ sebagai tempat mencari informasi kesehatan terpercaya.

Monday, December 7, 2020

Skuter Listrik Xiaomi Murah Meriah Cuma Rp 7,5 Jutaan


Raksasa elektronik Xiaomi mengekspansi pasar lewat penambahan produk barunya di sektor mobilitas. Xiaomi resmi merilis skuter listrik Xiaomi, Ninebot C30 untuk pasar China.

Oke, skuter listrik disebut punya harga dan bentuk yang mungil. Lalu seperti apa keunggulannya?

Ninebot C30 didesain untuk mobilitas perkotaan. Bila melihat bentuknya, skuter listrik ini hanya bisa diduduki satu orang.

Hal ini tak terlepas banyak kota-kota kota di China telah melarang sepeda motor dengan mesin pembakaran internal, sehingga skuter listrik jadi alternatif pilihan untuk keperluan mobilitas.

Skuter listrik Ninebot C30 mengincar para kaula muda. Terlihat dari penggunaan warna yang ngejreng dan cerah.

Pada bagian pencahayaan, C30 sudah dibekali lampu LED kotak yang terpasang di atas spatbor depan. Setang skuter listrik ini terlihat terbuka layaknya sepeda kayuh.

Untuk mendukung kenyamanan, C30 juga dilengkapi ruang untuk menaruh barang, seperti bagasi dan cantelan di dekat kompartemen.

C30 dicangkok motor listrik 400 watt yang mampu hasilkan torsi hingga 40 Nm. Di atas kertas, kecepatan C30 ini mampu menyentuh 15 km/jam. Jika baterai terisi penuh, Ninebot C30 skutik listrik ini bisa mencapai jarak hingga 35 km.

Ninebot C30 dirilis dengan harga 3.599 yuan atau sekitar Rp 7,5 juta. C30 merupakan varian paling murah, sebab Xiaomi juga menghadirkan varian teratas yakni C40, C60, dan C80. Tentunya, empat model tersebut memiliki spesifikasi dan harga yang berbeda. Belum diketahui apakah produk ini bakal dilepas secara global, sebab saat ini baru dipasarkan di China.

Sunday, December 6, 2020

4 Hal Penting untuk Diperhatikan Ketika Hendak Memilih Peralatan Fitness


Pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung selama berbulan-bulan membuat banyak orang semakin merasakan betapa pentingnya berolahraga. Selain untuk menjaga kebugaran tubuh, berolahraga dengan rutin juga bisa membantu imun tubuh tetap terjaga. Seperti kita ketahui bersama, tingkat imun yang baik punya peranan penting untuk menghindarkan tubuh dari terpaparan virus tersebut. Untuk itu, berolahraga rutin di rumah menggunakan alat fitness bisa Anda lakukan di masa pandemi ini.

Berikut adalah beberapa hal yang penting untuk Anda pertimbangkan sebelum membeli alat olahraga:

1. Jenis Olahraga yang Ingin Dilakukan

Kalau tujuan berolahraga Anda sekadar untuk menjaga kebugaran dan imun tubuh, Anda tidak perlu melakukan aktivitas olahraga yang berat-berat. Beberapa contoh olahraga ringan yang bisa dilakukan mandiri di rumah adalah jogging atau lari. Kedua aktivitas ini bisa Anda lakukan di atas tread mill, misalnya. Aktivitas olahraga lain yang bisa Anda lakukan di rumah adalah senam kebugaran atau yoga, yang hanya butuh modal video di internet dan matras.

Jika sudah tahu mau melakukan aktivitas mana, barulah Anda lanjut survei alat olahraga yang Anda butuhkan.

2. Budget yang Tersedia

Setelah tahu alat mana yang harus Anda beli, langkah selanjutnya adalah mengecek bujet atau anggaran Anda. Dengan melakukan ini, Anda bisa mempersempit objek pencarian alat olahraga yang Anda butuhkan. Selain itu, Anda juga tidak perlu buang-buang waktu memikirkan alat yang sekiarnya di luar bujet Anda.

Misal Anda membutuhkan tread mill, maka patoklah lebih dulu anggaran yang bisa Anda siapkan. Setelah itu, barulah mulai mencari model-model tread mill yang sesuai dengan bujet Anda di internet ataupun di toko peralatan alat olahraga.

3. Kualitas Alat

Mengatur bujet memang penting untuk arus kas keuangan Anda. Meski begitu, bukan berarti Anda perlu mengabaikan kualitas ataupun fitur-fitur yang dimiliki oleh alat olahraga. Jadi, bila Anda butuh punya tread mill dengan fitur emergency stop, carilah alat olahraga dengan fitur tersebut. 

Mencari alat olahraga dengan kualitas baik juga bisa membuat Anda lebih hemat. Pasalnya, kualitas baik sering kali diikuti dengan usia pakai yang panjang.

4. Garansi

Jangan pernah mengambil risiko membeli alat yang tidak disertai garansi, mengingat peralatan untuk fitness bukanlah barang murah. Garansi yang dimaksud ini pun tidak hanya garansi dari toko, namun juga garansi terhadap komponen-komponen alat. Untuk itu, perhatikan baik-baik soal garansi ini ketika hendak membeli alat olahraga, ya.

Itulah dia beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika hendak membeli alat fitness. Semoga tips di atas bermanfaat untuk Anda, ya.