Sunday, September 6, 2020

5 Tips Untuk Mengetahui Keaslian Odometer Mobil

Inspektor dari Otospector tengah menginspeksi mobil bekas

Kalau kita ingin membeli sebuah mobil, kita juga perlu melakukan inspeksi mobil secara menyeluruh. Entah membeli mobil bekas ataupun baru kita perlu melakukan inspeksi. Selain mesinnya kita juga perlu melihat bagaimana interiornya. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dari interior mobil bekas saat kita ingin membelinya.

Salah satu poin penting ketika membeli mobil bekas adalah mengetahui berapa kilometer mobil tersebut. Akan tetapi apakah Anda yakin bahwa kilometer yang tertera asli ?

Tidak jarang penjual mobil bekas yang tidak jujur memutar balik odometer demi menaikkan harga jual. Bagaimana mendeteksi mobil yang sudah tidak asli kilometer nya?

Perhatikan 5 hal di bawah ini untuk memastikan keaslian kilometer mobil yang akan Anda beli.

1. Catatan Servis Dealer

Membeli mobil bekas dengan service record lengkap di bengkel resmi adalah cara paling efektif untuk meminimalisir kemungkinan manipulasi odometer. Cukup cek catatan servis terakhir pada buku servis, lalu hubungi bengkel untuk mengkonfirmasi record di bengkel tersebut sesuai dengan yang tertera di buku.

Sayangnya, banyak mobil tidak selalu service di bengkel resmi, bahkan tidak jarang juga yang buku/catatan servis sudah tidak ada. Jika buku servis tidak dapat dicek, maka Anda harus memeriksa keaslian kilometer dari kondisi fisik mobil.

2. Mobil Mewah Bekas Header

Jarak tempuh mobil dapat kita ukur dari kondisi fisik nya. Mobil yang sudah menempuh jarak jauh, akan menunjukkan tanda pemakaian yang sulit untuk disembunyikan, terutama pada interior, mesin dan kaki-kaki.

Perhatikan apakah kondisi mobil menunjukkan tanda-tanda mobil sudah menempuh jarak jauh, seperti:

  • Interior: setir kusam atau aus, jok kulit kusam/pecah-pecah, pedal aus
  • Mesin: ruang mesin berkerak, suara mesin kasar
  • Kaki-kaki: komponen kaki seperti bushing, boot, link stabilizer sudah aus/pecah
Jika Anda menemukan salah satu tanda di atas, tetapi kilometer masih rendah, Anda perlu lebih berhati-hati.

3. Surat-surat Kendaraan

Perhatikan tahun pembuatan mobil. Apakah kilometer sesuai dengan usia mobil ? Untuk mobil niaga, rata-rata pemakaian mencapai kurang lebih 20.000 Km per tahun. Untuk mobil mewah yang dipakai hanya pada akhir pekan, perkiraan pemakaian sekitar 10.000 Km per tahun.

Jika kilometer mobil jauh lebih rendah dibandingkan dengan usia nya, jangan sungkan untuk bertanya lebih lanjut kepada pemilik kendaraan. Pastikan bagaimana pola pemakaian mobil tersebut, apakah pemilik merupakan pemilik pertama atau bukan.

4. Cek Ban Setelah Mudik

Pada umumnya ban mobil perlu diganti setelah kilometer mobil mencapai 30 – 35.000 Km. Untuk itu Anda perlu perhatikan apakah semua ban mobil masih orisinil jika kilometer mobil masih di bawah angka tersebut.

Hal ini dapat Anda lakukan dengan mencocokan tahun pembuatan mobil dengan tahun ban. Jika ban mobil sudah tidak orisinil padahal kilometer masi rendah, Anda perlu menyelidiki lebih lanjut sebab ban tersebut diganti.

5. Odometer Analog

Tip ini hanya berlaku untuk mobil yang odometer nya masih manual/analog. Untuk memutar odometer analog, orang yang melakukan nya harus membuka/mencongkel dashboard mobil.

Perhatikan apakah ada bekas congkelan pada dashboard, jika iya, ini mungkin indikasi bahwa odometer sudah diputar.

Demikian tips dari OtoSpector, semoga ke-5 tips di atas dapat mengurangi resiko Anda membeli mobil yang odometer nya sudah diputar.

Ingin memastikan kondisi mobil second incaran Anda? OtoSpector menyediakan jasa inspeksi independen dengan mekanik yang profesional dan berpengalaman. Inspektor kami siap datang ke lokasi untuk membantu memeriksa mobil pilihan Anda kapan pun dan dimana pun. Tentu membeli mobil bekas tidak sesimpel membeli mobil baru. Kita perlu melakukan jasa inspeksi mobil bekas untuk memastikan mobil bekas yang kita pilih masih dapat kita gunakan. Jangan sampai kita merasa kecewa karena kita belum melakukan inspeksi secara menyeluruh. 

0 comments:

Post a Comment